Kesehatan reproduksi sebenarnya penting banget untuk setiap wanita. Tapi jujur saja, masih banyak yang merasa topik seperti ini tabu atau malu untuk dibahas.
Salah satu hal yang paling sering dialami,
tapi juga paling sering bikin bingung, adalah keputihan.
Hampir semua wanita pasti pernah mengalami
keputihan. Pertanyaannya, keputihan yang kamu alami itu normal… atau justru
tanda ada masalah?
Memahami perbedaan antara keputihan normal
dan keputihan berbahaya adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan
organ intim dan mencegah masalah yang lebih serius. Yuk, kita bahas dengan
bahasa yang lebih mudah dipahami.
Apa Itu
Keputihan?
Secara sederhana, keputihan adalah cairan atau
lendir yang keluar dari vagina. Dalam dunia medis, ini disebut fluor albus.
Tapi tenang, keputihan itu bukan penyakit.
Justru, ini adalah cara alami tubuh untuk
menjaga area kewanitaan tetap bersih dan sehat.
Cairan ini diproduksi oleh kelenjar di leher
rahim (serviks) dan dinding vagina, dengan fungsi utama:
· Membersihkan vagina dengan membawa sel-sel mati dan bakteri keluar dari
vagina, sehingga area tersebut tetap bersih.
· Mencegah infeksi dengan menjaga tingkat
keasaman (pH) alami vagina oleh bakteri baik bernama Lactobacillus yang ada
dalam cairan tersebut, yang berfungsi menghambat pertumbuhan mikroorganisme
jahat.
· Memberikan kelembapan yang diperlukan agar
jaringan vagina tetap elastis dan sehat.
Jadi kalau kamu mengalami keputihan, belum tentu itu tanda bahaya.
Keputihan yang Normal (Fisiologis)
Banyak wanita langsung panik saat melihat noda
di celana dalam. Padahal, dalam banyak kasus, itu adalah keputihan normal.
Keputihan normal biasanya dipengaruhi oleh
hormon, terutama estrogen.
Ciri-ciri
Keputihan Normal:
Perubahan
Sesuai Siklus Menstruasi
Keputihan pada wanita memang berubah-ubah
sepanjang bulan:
Semua ini masih termasuk normal, selama tidak ada keluhan lain.
Waspada!
Keputihan yang Berbahaya (Patologis)
Keputihan menjadi masalah kalau ada perubahan
yang drastis pada warna, bau, dan tekstur, apalagi kalau disertai rasa tidak
nyaman.
Berikut tanda-tanda keputihan berbahaya
yang perlu kamu perhatikan:
1. Perubahan Warna
2. Bau Tidak Sedap
3. Gejala
Tambahan
Jika keputihan Anda disertai dengan hal-hal berikut, jangan tunda untuk memeriksakan diri:
Penyebab
Keputihan Abnormal
Memahami penyebab di balik keputihan abnormal akan membantu Anda
mendapatkan pengobatan yang tepat. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling
sering ditemukan secara medis:
1. Vaginosis
Bakterialis (VB)
Ini bukan merupakan infeksi menular seksual, melainkan ketidakseimbangan
bakteri di vagina. Bakteri jahat tumbuh lebih banyak daripada bakteri baik (Lactobacillus).
Gejala utamanya adalah cairan encer berwarna abu-abu dan bau amis yang tajam.
2. Infeksi Jamur (Kandidiasis Vaginalis)
Disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans. Faktor
pemicunya bisa berupa penggunaan antibiotik, kehamilan, diabetes yang tidak
terkontrol, atau sistem imun yang lemah. Keputihannya biasanya putih, sangat
kental, gatal luar biasa, namun tidak berbau menyengat.
3. Trikomoniasis
Disebabkan oleh parasit bersel satu bernama Trichomonas vaginalis. Ini
termasuk infeksi menular seksual. Cairannya biasanya berwarna kuning kehijauan,
berbusa, dan berbau busuk.
4. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Infeksi seperti Gonore (kencing nanah) dan Klamidia dapat menyebabkan
keputihan abnormal yang sering kali disertai nyeri panggul dan perdarahan di
antara siklus menstruasi. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan
kemandulan (infertilitas).
5. Faktor Non-Infeksi
Terkadang, keputihan abnormal bukan disebabkan oleh kuman, melainkan oleh:
Keputihan
di Berbagai Tahapan Kehidupan
Keputihan tidak hanya berubah sepanjang siklus bulanan, tetapi juga mengalami perubahan besar seiring bertambahnya usia dan perubahan kondisi biologis wanita.
1.
Keputihan Saat Hamil
Saat hamil, hormon estrogen meningkat tajam. Akibatnya, produksi cairan vagina juga meningkat. Biasanya keputihan saat hamil:
Selama tidak disertai gatal atau bau busuk, ini adalah hal yang normal
dan justru berfungsi untuk melindungi rahim dari infeksi bakteri yang bisa naik
dari vagina.
2.
Keputihan Saat Menopause
Setelah menopause, kadar estrogen menurun drastis. Hal ini menyebabkan dinding vagina menjadi lebih tipis, kering, dan kurang elastis. Cairan vagina yang dihasilkan pun menjadi sangat sedikit. Karena dinding vagina yang tipis ini lebih rentan terhadap iritasi, wanita menopause sering kali mengalami keputihan yang encer, berwarna kekuningan, atau bahkan disertai sedikit darah jika terjadi luka gesekan.
Mitos vs Fakta Tentang Keputihan
Banyak mitos beredar tentang keputihan. Yuk
luruskan.
Mitos: Makan
timun atau nanas menyebabkan keputihan.
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah soal itu.
Mitos: Keputihan
berarti tidak perawan.
Fakta: Keputihan adalah proses alami semua wanita.
Mitos: Sabun pembersih
kewanitaan harus dipakai setiap hari.
Fakta: Terlalu sering justru bisa merusak keseimbangan bakteri baik.
Dampak
Psikologis Keputihan
Keputihan berbau atau berlebihan bisa bikin
wanita merasa tidak percaya diri. Bahkan bisa memengaruhi hubungan dengan
pasangan.
Karena itu, mengatasi keputihan bukan cuma
soal fisik, tapi juga soal kenyamanan dan rasa percaya diri.
Cara
Mencegah Keputihan Berbahaya
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk menjaga ekosistem vagina Anda tetap sehat:
Kapan Harus
ke Dokter?
Jangan mencoba mendiagnosis diri sendiri atau membeli obat sembarangan di apotek tanpa resep dokter. Penggunaan obat yang salah (misalnya menggunakan obat jamur untuk infeksi bakteri) justru dapat memperparah kondisi Anda. Segera hubungi tenaga medis jika:
Kesimpulan
Keputihan pada wanita adalah hal yang normal
dan merupakan bagian dari sistem perlindungan alami tubuh. Namun, kamu tetap
perlu peka terhadap perubahan warna, bau, dan gejalanya.
Mengenali perbedaan antara keputihan normal
dan keputihan berbahaya bisa membantu kamu bertindak lebih cepat sebelum
masalah menjadi lebih serius.
Kesehatan reproduksi adalah investasi jangka
panjang. Jangan ragu berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan jika merasa
ada yang tidak biasa.
Tubuhmu selalu memberi sinyal. Tugas kita
adalah mendengarkannya dan merawatnya dengan baik ❤️
Keputihan pada Wanita: Mana yang Normal dan Mana yang Berbahaya? Kenali Ciri-Cirinya Sebelum Terlambat!
0 Komentar